Powered By Blogger

Friday, September 18, 2020

BELAJAR DALAM MENGAJAR BERSAMA BUTET MANURUNG

 Cara belajar dan Mengajar Anak Rimba bersama Butet Manurung

 


 Literasi bukan hanya melek huruf tapi melek masalah

“Sekolah harus memberi manfaat untuk kehidupan, untuk saat ini, bukan di masa depan. Karena jika kita memelihara hari ini, kita memelihara masa depan”

Guru punya tanggung jawab social, selain mengajar. Mengajar itu sarana pendidikan, bukan tujuan! Pendidikan harus kontekstual berdampak, artinya berkontribusi dalam kehidupan.

Kebanyakan masyarakat adat dan pedalaman melihat pendidikan sebagai alat untuk memecahkan masalah mereka dengan tetap menjunjung adat istiadat, cinta kampung halaman, bukan meraih gelar tinggi dan mendapatkan gaji yang besar.“sekolah lengkap” adalah pendidikan yang paling tepat untuk anak-anak kami. Ia berpengetahuan luas tapi juga menguasai kecakapan di kampung” Rato Kedukuri, Sokola Sodan, Sumba

Kami percaya bahwa setiap masyarakat bukanlah entitas kosong atau tak berdaya.Mereka punya seperangkat pengetahuan dan kecakapan hidup yang operasional terhadap sekitarnya. Masyarakat adat hidup secara berkelanjutan dan berkecukupan selama ratusan tahun dengan mengandalkan pengetahuan tradisionalnya tersebut. Semakin banyak komunitas yang tidak mandiri justru di zaman sekarang ini.Jika kita mau membantu, hendaklah pengetahuan tersebut sifatnya sebagai pengetahuan TAMBAHAN yang melengkapi (yang complimenting), bukan yang menyingkirkan pengetahuan yang sudah ada

 

Kiat Sukses Bagi Para Pendidik Untuk Berkomunikasi Dengan Publik

 


 Kuliah Umum pembaTIK level 4 Berbagi pusdatin Kemdikbud

 Oleh : Charles Bonar Sirait, S.E, M.M

Pandemi telah merubah gaya hidup dan keseharian kita dalam bekerja. Interaksi secara langsung berubah menjadi interaksi secara virtual.  Salah satunya adalah kemampuan Komunikasi Publik yang harus harus dipelajari

Tuntutan terhadap kemampuan pendidik untuk ber-Komunikasi dengan Publik dan Public Speaking  yang lebih efektif menjadi semakin tinggi


1. Memahami pola komunikasi sederhana.

o  PENDIDIK adalah pusat perhatian public

o  Seorang guru harus memahami pola komunikasi agar tercipta kelas yang dinamis.

o  PENDIDIK harus mampu membuat publik “terjaga”

o  Seorang Pendidik harus punya keyakinan bahwa saat Pendidik sedang mengajar sesungguhnya dia sedang memimpin (Leading the knowledge).

o  Pendidik harus memiliki kemampuan menarik perhatian, memiliki kekuatan untuk mendapatkan rasa simpatik.

o  Generasi milenial sangat senang dengan inspirasional, oleh karena itu guru harus mengkombinasikan atau membuat improvisasi materi pengajaran, sehingga bisa menjadi sumber inspirasi.

 

2. Impactful Communication

             Impactful is an adjective that has some meanings, which are :

             “Having the power to affect the feelings or sympathies “An impactful story of love”

The Act of conveying intended meaning to another entity through the use of mutually

understood signs with :

AFFECTING, EMOTIONAL, MOVING, IMPRESSIVE,TOUCHING Approaches and perspectives

 

3. Persuasive Communication

The Role of Subconscious in Persuasive and Influence “This area of Brain is Hijacked and the Neuron

connections go straight to your dorsolateral prefrontal cortex, which is the area concerned with

“opinion”

 

4. Personal Branding

Kalau selama ini yang kita tahu jualan itu produk atau servis (hard selling), maka personal branding adalah ‘upaya untuk menjual’ kelebihan diri kita. Sekali kita memutuskan membangun personal branding,  berarti kita telah memutuskan menjadi seseorang, dan menjadi seseorang itu memerlukan tingkat komitmen yang tinggi (100%), ketulusan (100% tanpa pamrih), dan Emotional-Spiritual Quotient tinggi

Thursday, September 17, 2020

Berbagi Informasi PembaTIK Wujudkan Merdeka Belajar

 Kuliah Umum PembaTIK  Level 4 Berbagi

 

Pelaksana Tugas Kepala Pusdatin Kemdikbud, M. Hasan Chabibie mengungkapkan bahwa dengan semangat mendukung kemajuan guru dan tenaga pendidik di Indonesia, Pusat Data dan Informasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Pusdatin Kemdikbud) menyelenggarakan kegiatan peningkatan kompetensi TIK untuk pembelajaran pada  program pembelajaran berbasis TIK (PembaTIK). Demikian yang di ungkapkapkan beliau pada saat pembukaan Kuliah Umum Pembelajaran berbasis TIK (pembaTIK) level 4 Berbagi,

Dilaksanakan dengan 4 level yang mengacu pada literasi TIK guru dari Unesco yaitu Literasi, Implementasi, Kreasi dan Berbagi. Pusdatin Kemdikbud berupaya untuk memajukan pendidikan di Indonesia dengan membekali guru-guru dengan kemampuan pemanfaatan TIK agar pembelajaran yang dilaksanakan lebih inovatif sekaligus dalam rangka seleksi Duta Rumah Belajar.

Adapun penjelasan tiap level sebagai berikut :

Level Literasi

Pada level ini peserta pembaTIK mempelajari Pengenalan perangkat TIK dasar, internet bijak, sehat dan aman untuk pembelajaran . Aplikasi pembelajaran terbuka

Level Implementasi

Di level Implementasi, peserta pembaTIK mempelajari Penerapan pembelajaran 21, fitu-fitur Portal Rumah Belajar, pemanfaatan TV Edukasi, dan pengintegrasian kelas dengan TIK

Level Kreasi

Pada level ini, peserta pembaTIK mempelajari penggunaan Media pembelajaran berteknologi digital, membuat video pembelajaran, membuat multimedia interaktif serta ber inovasi pembelajaran dengan TIK.

Level Berbagi

Pada akhirnya peserta PembaTIK akan membuat artikel tentang portal Rumah Belajar video converence serta mempelajari komunikasi yang efektif

 Untuk guru-guru se indonesia, persiapkan diri untuk mengikuti kegiatan PembaTIK tahun depan sehingga mendapatkan tambahan ilmu terutama dibidang TIK, mendapatkan wawasan yang lebih luas, dan sharing pengetahuan dengan sesama guru. selamat bergabung.


MENDIKBUD : Saya Bangga dengan Peserta PembaTIK

Rumah Belajar Berbagi untuk Negeri


MENDIKBUD : Saya Bangga dengan Peserta PembaTIK

    Mendikbud Nadiem Makarim mengungkapkan rasa bangganya saat mengetahui jumlah peserta pelatihan guru Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (PembaTIK) yang diselenggarakan oleh Pusdatin Kemdikbud mengalami peningkatan yang sangat signifikan.

    “Saya ingin mengucapkan betapa bangganya saya mengetahui program pelatihan guru Pembelajaran Berbasis TIK atau PembaTIK pada tahun ini diikuti oleh lebih dari 60 ribu guru atau 1000% peningkatan dari pertama kali kegiatan ini dilangsungkan 2 tahun lalu. Angka ini merupakan pencapaian yang luar biasa, terlebih hal ini juga menjadi penanda semakin banyak guru yang ingin meningkatkan kemampuannya untuk mengimplementasikan teknologi ke dalam proses belajar mengajar”

    Pada kesempatan tersebut Mendikbud, Nadiem Makarim berkenan membuka kegiatan pelatihan guru Pembelajaran Berbasis TIK (PembaTIK) yang telah mencapai level akhir (Level 4: Berbagi TIK) dengan tema Berbagi Inovasi Pembelajaran TIK Mewujudkan Merdeka Belajar yang diselenggarakan oleh Pusdatin khususnya Rumah Belajar Kemendikbud.

Semoga menjadi motivasi kita baik guru maupun tenaga pendidik untuk menjaga semangat gotong royong mewujudkan Merdeka Belajar dengan inisiatif dan inovasi pembelajaran.

 

#MerdekaBelajar #NadiemMakarim #PembaTIK2020 #RumahBelajar #tributetohendriwidiatmoko  #pwmkalbar